Pati, GlobalPers – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memberikan edukasi terkait pola bercocok tanam. Mengingat pada dulunya, pola bercocok tanam dengan menyesuaikan musim telah dilakukan pada zaman nenek moyang. Hal itu disampaikan oleh Yeti Kristianti selaku Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati.
“Nenek moyang kita sudah kenal cara bercocok tanam dengan menyesuaikan musim berdasarkan tanda-tanda alam (bintang, arah angin, keadaan suhu udara, dll),” ujar Yeti politisi dari Partai Gerindra tersebut. Terkait pengenalan pola bercocok tanam, Yeti menilai perlu dikenalkan juga kepada kaum muda. Hal itu bertujuan untuk memikat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Karena pemuda merupakan agen harapan bangsa yang nantinya akan membantu menopang kebutuhan pangan di Indonesia.
“Hal ini penting karena bisa menopang kebutuhan pangan rakyat Indonesia yang berjumlah lebih kurang 280 juta,” paparnya. Yeti mengharapkan kegiatan edukasi bercocok tanam di Kabupaten Pati bisa terus digalakkan. Mengingat sektor pertanian saat ini masih minim peminatnya. Padahal, Yeti menilai jika sektor pertanian bisa sangat menguntungkan apabila dikelola dengan baik dan benar. “Menguntungkan bisa menjadi daya tarik para pemuda untuk menekuni pertanian,” tandasnya. Dalam hal tersebut, Yeti mengharapkan suatu saat adanya pengembangan di sektor pertanian. Serta anak-anak muda tidak malu lagi belajar bercocok tanam dengan benar. Glo
