Pati, Berita10 - DPRD Kabupaten Pati dipastikan tidak
terlibat dalam pengaturan proyek Pemkab senilai Rp 210 miliar tahun 2026.
Selain itu, jajaran legislatif mendorong Risma Ardhi Chandra melaksanakan tugas
sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, tidak dalam suasana ketakutan.
Demikian Ketua DPRD Pati, H Ali Badrudin SE, mengungkapkan, (18/5/2026).
"Dewan hanya melakukan pembahasan anggaran. Namun untuk penanganan proyek,
semua ditangani pihak ekskutif. Termasuk proses lelang, ada di PUPR Pati,"
ucap politisi asal Kayen ini."Banyak anggota masyarakat yang melihat, pak
Chandra (Plt) bekerja, seperti dalam suasana ketakutan. Iya, jangan seperti
itu," tutur Ali Badrudin.
"Berikan rasa nyaman untuk masyarakat," tambahnya memberi semangat
Plt Bupati Pati."Jadi, tidak benar kalau ada suara yang menyatakan pihak
dewan ikut terlibat mengatur pemenang lelang," tegas Ali Badrudin.
Menjawab pertanyaan wartawan media ini, Ketua DPRD Pati mendorong Risma Ardhi
Chandra dalam mengemban amanah sebagai Plt Bupati Pati, supaya bekerja secara
apa adanya, yang terpenting sesuai aturan.
Sebagaimana diberitakan, usai mengikuti pemeriksaan KPK Jakarta, Bupati Pati
(nonaktif) Sudewo mengungkap kepada wartawan, jika anggaran perbaikan jalan
tahun 2026 sebesar Rp 210 miliar, diprioritaskan untuk pembangunan
infrastruktur jalan beton dan aspal hotmix.
Sementara itu, Kepala DPUTR Pati, Riyoso melalui Kepala Bidang Bina Marga,
Hasto Utomo, menyatakan anggaran akan difokuskan untuk pekerjaan pembangunan
dan perbaikan jalan, serta jembatan.
Hasto Utomo membeber anggaran untuk membeayai 193 titik pekerjaan yang tersebar
di Pati."Untuk tahap awal pelaksanaan pekerjaan direncanakan akhir Mei
hingga awal Juni. Saat ini memasuki tahapan mini kompetisi tahap pertama untuk
14 koridor ruas jalan prioritas," ujar Hasto Utomo.
Terdiri 93 tempat dengan nilai di atas Rp 1 miliar, dan 90 titik lainnya,
merupakan pekerjaan dengan nilai anggaran di bawah Rp 200 juta.
Diharapkan, hasil pembangunan dapat mempercepat pemerataan infrastruktur,
meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi
masyarakat Pati. Gos/ Red
